photo by maulidzar_mj

Serambi Mekkah atau lebih dikenal dengan Aceh adalah sebuah provinsi di ujung Pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai sampai pegunungannya. Setelah mengalami kerusakan akibat tsunami pada tahun 2004 di sebagian wilayahnya termasuk tempat wisatanya, Aceh kembali bangkit dan menata sektor pariwisatanya dengan baik. Tahun 2017 Aceh semakin baik dalam sektor pariwisata, apalagi Aceh masuk Nominasi Wisata Halal Dunia.

Berencana liburan ke Aceh? Sudah tahu akan menghabiskan waktu Anda di mana? Agar tidak bingung mau ke mana, simak dulu 10 tempat wisata di Aceh yang layak dikunjungi berikut ini:

1 . GUA SARANG

Bagi Anda pecinta gua, adventure ke Gua Sarang diakhir pekan mungkin menjadi pilihan yang tepat. Bagaimana tidak, letak gua yang tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau membuat para muda mudi yang hobi jelajah menjadikan gua ini sebagai tempat favorit untuk dijelajahi. Apalagi dengan pemandangan lautnya yang sangat indah, membuat pengunjung yang sudah pernah ke gua ini tidak bosan-bosan untuk kembali mengunjunginya.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on

Gua ini terletak di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, tepatnya di Balek Gunung atau antara Pantai Pasir Putih dan Lhong Angen. Kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang mana udara disekitar gua ini masih sangat segar dan alami.
Untuk menuju ke Gua Sarang kita akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 28 kilometer dari pusat Kota Sabang, atau sekitar satu jam perjalanan. Beberapa ratus meter dari pantai Gapang kita akan menjumpai persimpangan yang menuju ke The Pade Resort, dan kita akan melewati kawasan komplek TNI-AD (Kompi Balek Gunung). Setelah kita melewati komplek TNI berarti pertanda bahwa kita hampir sampai di lokasi dan terakhir kita berhenti di perkebunan warga, karena dari kebun itulah kita mulai berjalan kaki menuju ke lokasi Gua Sarang. Tapi sebelumnya sediakan uang Rp.5000/Orang ya untuk masuk, maklumi saja karena perkebunan itu bukan jalan umum.

A post shared by Gua Sarang, Sabang (@gua_sarang) on

Sebenarnya untuk menuju ke lokasi Gua Sarang ini kita bisa melalui dua jalur, jalur darat dan jalur laut. Jika memilih melewati jalur laut kita harus menyewa boat nelayan dan harus didampingi oleh pemandu dari penduduk sekitar Pasir Putih atau Iboih, karena lokasinya yang lumayan sulit dijangkau. Terlebih lagi antara bulan mei dan september yang mana pada bulan itu musim angin barat, jadi sangat menantang dan sedikit berbahaya jika melewati laut tanpa pemandu.

Memilih melawati jalur darat mungkin akan lebih seru dan menantang, terutama bagi Anda yang suka tracking. Karena kita harus melewati hutan dan tebing yang sedikit terjal. Tidak hanya melewati hutan, setelah kita turun melewati tebing curam dan hutan kita akan berjalan lagi menyusuri pinggiran pantai Balek Gunung dengan berjalan diatas batu-batu ditepi pantai sebelum sampai ke lokasi gua tersebut.

Beberapa meter sebelum sampai dimulut gua, terlihat tebing bebatuan yang kini semakin berjatuhan, dipadu dengan pepohonan yang rindang. Tak hanya itu, suara deburan ombak di bebatuan pinggiran gua dan hembusan angin laut membuat kita terasa damai dan membuat rasa lelah kita yang tadi semakin hilang. Jadi tunggu apa lagi, isi liburan akhir pekan Anda dengan menjelajahi Gua Sarang yang ada di Pulau Weh ini.

2. Pulau Banyak

Perjalanan menuju Pulau Banyak bagi anda yang belum perna menikmati indahnya wisata Pulau Banyak ya memang susah, tapi sebenarnya sangat mudah memulai perjalanan anda kepulau banyak hanya kendala jarak yang anda tempu dan biaya ke pulau banyak yang tidak anda ketahui. banyak alternatif yang bisa anda pilih menuju wisata pulau banyak pertama anda bisa menggunakan jasa travel tour pulau banyak yang mengatur semua urusan perjalanan dan wisata di pulau banyak mulai dari penjemputan dari kota anda, Transportasi, Akomondasi dan mengantar akembali ke kota anda, alternatif lain anda bisa melakukan perjalanan anda sendiri, kota yang paling dekat dengan Pulau Banyak adalah Singkil, Kota Medan dan kota Banda Aceh.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Singkil adalah kota utama yang harus anda tuju sebelum sampai ke Pulau Banyak. kota yang terdekat untuk menuju singkil melalui jalur darat andalah Kota Medan dan Kota Banda Aceh.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


jika anda berdomisili diluar Provinsi Aceh, maka kota Medan adalah pilihan yang sangat tepat menuju Singkil karena waktu tempuh sekita 7 hingga 8 jam. kalau dibandingkan dari kota Banda Aceh menghabisakan waktu tempu sekitar 13 sampai 15 jam hampir dua kali lipat waktu tempuh dari Kota Medan.

 3. LINGKOK KUWIENG

PADANG TIJI, sebuah Kecamatan yang berjarak sekitar 12 Km dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie, daerah yang bentang alam berbatasan langsung dengan Aceh Besar tersebut menyimpan banyak misteri alam yang tak terduga untuk dilihat.Seperti di pedalaman hutan Gampong Pulo Hagu, Padang Tiji, yang memiliki lembah yang sangat indah. Masyarakat setempat sering menyebutnya Lingkok Kuwieng atau Uruek Meuh. Saat ditelusuri Oleh Tim Pidie Buletin yang dibantu Mapala Jabal Everest Unigha Sigli, kawasan hutan tropis di lembah itu sangat berbeda jauh dengan lembah lainnya di Pidie.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Sepintas mata, lembah itu bagaikan sebuah Istana yang memiliki riwayat hidup ribuan tahun, bebatuan dan sendimen membuat kita berfikir apakah ini sebuah kerajaan atau sebuah candi-candi purbakala, bebatuan yang tersusun rapi membawa kita untuk berfikir apakah ini adalah buatan manusia. Belum ada penjelasan ilmiah mengenai munculnya bebatuan tersebut.

A post shared by ACEH (@fotoaceh) on


Menurut mantan Ketua Devisi Speleologi (Ilmu bebatuan dan Goa) Mapala Unigha Sigli, Safrijal memperkirakan, bebatuan tersebut merupakan bebatuan kars yang terkikis oleh air sejak ribuan tahun lalu sehingga membentuk satu pola.

A post shared by Iqbal Ilyas (@miqbalilyas) on


Penasaran dengan tempatnya, bagi yang menyukai Adventure, lokasinya hanya sekitar 120 menit melaju dari Gampong Pulo Hagu, menggunakan sepeda Motor melewati perbukitan, kita akan tiba di Istana tersebut.

4. PUNCAK GURUTEE

Puncak Geurutee adalah sensasi keindahan objek wisata lawas di Aceh. Semasa konflik antara Tentara RI dan-GAM, orang-orang ogah singgah di Geurutee meski cuma sebentar membuang hajat ringan. Pasalnya, daerah ini sering dijadikan arena baku tembak pihak yang berkonflik. GAM tersihir menjadikan Geurutee sebagai area jebakan pasukan TNI/Polri yang melintas di sana. Dan itulah cerita dulu yang kini mulai terkelupas dari benak orang Aceh, juga rakyat Indonesia.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Panorama Puncak Geurutee, sebenarnya, lebih menggoda ketimbang Puncak Cisarua, Bogor. Dari ketinggian gunungnya, mata Anda dimanjakan genitnya deburan ombak putih yang tak pernah letih berkejar-kejaran, laut dalam yang membiru, dan onggokkan bukit nan indah. Pun jika cuacanya cerah dan matahari mulai jatuh ke ufuk barat, bisa dipastikan Anda bakalan tak membiarkan sunset berlalu begitu saja. Itulah Geurutee, sebuah puncak yang mengalami perkimpoian sempurna antara pegunungan terjal, hamparan sawah, kebun, laut, hutan, lembah, ngarai, dan teluk yang eksotik. Karena pesonanya itu, kemudian, orang-orang memanfaatkan Geurutee sebagai sandaran hidupnya lewat berjualan kopi, teh, makanan, dan aneka minuman ringan sebagai pelengkap untuk bersantai.

A post shared by Wikey | aceh (@wikeynbc) on


Apalagi puncak Geurute tak begitu jauh dari pusat Kota Banda Aceh. Jaraknya sekitar 72 kilometer atau satu jam perjalanan. Jika Anda ingin ke pantai barat dan selatan Aceh pastilah melintasi kawasan ini. Pasca Aceh dilibas tsunami, USAID merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur jalan menuju Geurutee yang terkelupas dan porak-poranda. Gak tanggung-tanggung! Kualitas jalan aspalnya pun amazing: setara jalan sirkuit Formula one (F1)! Mmm… tapi hati-hati loh bila nyetir di kawasan itu! Jika kita syur tekan pedal gas tanpa kontrol, speedometer mobil Anda bisa-bisa sudah di angka 160 kilometer perjam. Fantastik!!!

5. DANAU LUT TAWAR, TAKENGON NEGERI DIATAS AWAN

Cobalah Anda datang ke Takengon dan nikmati Danau Laut Tawar. Dengan 4 hari di daerah ini adalah gabungan wisata bersepeda, renungan masa lalu, masa depan, dan masa kini. Di sini Anda menikmati keindahan negeri di atas awan dan berwisata kuliner di daerah penghasil kopi nikmat. Alamnya sangat indah dan berbeda dengan dengan tempat wisata sejenis baik di Indonesia maupun tempat lain di dunia ini.

A post shared by LIKE GAYO (@likegayo) on

 
Ketika Anda menjelajah jalan berkelok-kelok di samping keretakan indah Gunung Geureundong dalam perjalanan ke Takengon, sebuah kota kecil dengan penduduk tidak lebih dari 230.000 di Aceh Tengah, mata Anda akan terhibur dengan pemandangan visual lewat pohon pinus di sisi Anda, serangkaian vegetasi tropis dihiasi dengan rumah semi permanen, dan wajah tertegun dari anak-anak lokal ketik Labi-Labi anda melewati mereka.
 
Angin dingin akan menyapu wajah Anda, saat Anda melewati lapisan kabut. Di sini, suhu rata-rata hampir permanen sekitar 20 derajat selsius, atau 68 derajat Fahrenheit yang nyaman. 100 kilometer dari tepi barat, kota kecil Takengon yang indah ini menyambut Anda.
 
Takengon adalah ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Kawasan ini merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk dan memiliki beragam tempat wisata indah di antaranya adalah Danau Laut Tawar, Puteri Pukes, dan Pantan Terong. Kota Takengon terletak berdekatan dengan Kabupaten Bener Meriah, dan sekitar 100 km dari Kota Bireun.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on

Takegon adalah kota distrik Aceh Tengah. Menawarkan banyak kelangkaan yang Anda harus lihat. Makanan yang unik dan hal ini harus di catat. Argowisata dan kegiatan di sekitar Danau Laut Tawar merupakan alasan untuk memperpanjang kunjungan anda. Belum lagi legenda seorang putri yang berubah menjadi batu dengan penjaganya yang tak terlihat. Hal ini jauh dari omong kosong bila kita menyebutkan Aceh benar-benar merupakan gerbang rohani ke Indonesia pertama.

6. KILOMETER NOL INDONESIA SABANG

Sabang punya Tugu 0 Km yang menjadi titik paling barat di Indonesia. Melintasi tugu ini, traveler akan mendapat sertifikat sebagai Pelintas Ujung Barat Indonesia.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Sabang berada di Pulau Weh sebagai pulau utama. Selain itu ada Pulau Klah, Seulako, Rubiah dan Rondo. Kecantikan Sabang sudah tidak diragukan lagi, Pulau Weh dan Pulau Rubiah jadi bukti otentiknya.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (14/4/2016) di Sabang, Tugu O Km menjadi destinasi yang sering diburu wisatawan. Tugu Nol Kilometer sendiri diresmikan pada tahun 1997 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia waktu itu, Bapak Try Sutrisno.

7. PULAU RUBIAH

Pulau Rubiah adalah salah satu pulau yang terletak di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah kota Sabang, tepatnya di sebelah barat-laut dari pulau Weh. Pulau yang seluas 26 hektar ini menawarkan keindahan surga bawah laut dan wisata bahari yang sangat memukau. Bahkan pulau ini dijuluki sebagai surga taman laut. Hal ini dikarenakan pulau ini layaknya sebuah akuarium yang berisikan berbagai macam hiasan di dalamnya.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Pulau ini sangat cocok bagi para wisatawan yang memiliki hobi snorkeling, diving atau berkeliling dengan perahu kaca (glass bottom boat) karena di pulau ini terdapat berbagai jenis terumbu karang yang sangat berwarna-warni dan berbagai macam bentuknya. Tentunya karang-karang yang membentuk sebuah gugusan yang sangat menarik tersebut akan sangat memanjakan mata para pecinta wisata bahari. Tak hanya terumbu karang yang menghiasi taman laut ini, berbagai jenis ikan tropis seperti gigantic clams, angel fish, school of parrot fish, lion fish dan banyak lagi yang lainnya menambah keeksotikan dari taman bawah laut di sini.

A post shared by ACEH (@fotoaceh) on


Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan taman bawah laut tersebut tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan sendiri karena di pulau ini telah disediakan fasilitas penyewaan perlengkapan untuk snorkeling. Harganya pun cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 40.000 per orang per hari. Atau dapat juga menyewa sebuah perahu dengan biaya Rp 150.000,- untuk beberapa jam. Apabila datang dengan rombongan bisa menyewa sebuah perahu (glass bottom boat) dengan biaya Rp 300.000,- untuk sekali jalan. Perahu ini dapat menampung 10-12 penumpang.

A post shared by Hasyida Ismail (@nhasy_i) on

 

8. MUSEUM TSUNAMI ACEH

Museum ini hadir untuk menambah variasi pilihan tempat wisata di aceh yang sudah ada sebelumnya. Museum tsunami terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda dekat Simpang Jam dan berseberangan dengan Lapangan Blang Padang kota Banda Aceh dan di resmikan pada bulan februari tahun 2008. Tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk mengenang gempa bumi yang mengakibatkan tsunami tahun 2004, selain itu  juga menjadi pusat pendidikan dan sebagai pusat evakuasi jika bencana tsunami sewaktu-waktu datang lagi.

Bangunan museum ini didesain oleh seorang dosen arsitektur ITB Bandung, M. Ridwan Kamil. Desain yang berjudul Rumoh Aceh as Escape Hill ini mengambil ide dasar rumoh Aceh  yaitu rumah tradisional masyarakat Aceh berupa bangunan rumah panggung. Museum ini dibangun dengan dana sekitar Rp 70 miliar dan memiliki 2 lantai. Lantai 1 merupakan area terbuka yang bisa dilihat dari luar dan fungsinya sebagai tempat untuk mengenang peristiwa tsunami. Di Lantai 1 ini terdapat beberapa ruangan yang berisi rekam jejak kejadian tsunami 2004. Antara lain ruang pamer tsunami, pratsunami, saat tsunami dan ruang pasca tsunami. Selain itu, beberapa gambar peristiwa tsunami, artefak jejak tsunami, dan diorama juga ada di lantai ini. Salah satunya adalah diorama kapal nelayan yang diterjang gelombang tsunami dan diorama kapal PLTD Apung yang terdampar di Punge Blang Cut. Sedangkan di lantai 2 museum ini berisi media-media pembelajaran berupa perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D (empat dimensi), dan souvenir shop. Alat peraga yang ditampilkan antara lain yaitu : rancangan bangunan yang tahan gempa, serta model diagram patahan bumi. Selain itu juga ada beberapa fasilitas terus disempurnakan seperti ruang lukisan bencana, diorama, pustaka, ruang 4 dimensi, serta cafe. Eksterior museum ini mengekspresikan keberagaman budaya Aceh dengan ornamen dekoratif berunsur transparansi seperti anyaman bambu. Tampilan interiornya akan menggiring Anda pada perenungan atas musibah dahsyat yang diderita warga Aceh sekaligus kepasrahan dan pengakuan atas kekuatan dan kekuasaan Tuhan.


Museum Tsunami Aceh dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yaitu Badan Rekontruksi dan Aceh-Nias, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Daerah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Ikatan Arsitek Indonesia. Bangunan museum ini terdiri dari 4 tingkat dengan hiasan dekorasi bernuansa islam. Dari arah luar dapat terlihat bangunan ini berbentuk seperti kapal, dengan sebuah mencu suar berdiri tegak di atasnya. Tampilan eksterior yang luar biasa yang mengekspresikan keberagaman budaya Aceh terlihat dari ornamen dekoratif unsur transparansi elemen kulit luar bangunan. Ornamen ini melambangkan tarian saman sebagai cerminan Hablumminannas, yaitu konsep hubungan antar manusia dalam Islam.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on


Setiap harinya museum ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Museum Tsunami ini buka setiap hari (kecuali Jumat) pukul 10.00-12.00 dan 15.00-17.00. Museum Tsunami tidak memberlakukan tiket masuk alias gratis, kecuali jika para penelusur ingin menyaksikan tayangan 4D maka akan di pungut biaya. Saat mulai memasuki museum maka para penelusur akan menemui lorong sempit dengan air terjun yang mengeluarkan suara begemruh di kedua sisinya seakan mengingatkan dahsyatnya gelombang tsunami. Museum ini juga menampilkan simulasi elektronik gempa bumi Samudra Hindia 2004, foto-foto korban dan kisah dari korban selamat.Lokasi museum sangat mudah sekali di jangkau baik menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Jika para penelusur ingin mengunjungi museum ini maka pertama kali para penelusur harus menemukan Lapangan Blang Padang yang berada di kompleks pemakaman kerkof karena letak museum ini persis di seberangnya. Para penelusur nggak akan sia-sia deh saat mengunjungi museum ini, karena museum tsunami ini sarat dengan nilai kearifan lokal.

9. PULAU WEH DIVE RESORT

The Pulau Weh Resort (Pulau Weh Resort) dibangun di perkebunan kelapa pantai indah satu hektar. Ini menghadap laut Adaman ke arah utara. Setengah dari tanah tersebut masih dipertahankan dalam keadaan perkebunan aslinya memberikan rasa sangat damai dan hijau.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on

10. TEBING LAMREH

Tebing Lamreh ini menjadi destinasi wisata yang baru-baru ini eksis di kalangan anak muda Serambi Mekah. Terlebih setelah kemunculan surga tersembunyi di Indonesia ini dalam acara My Trip My Adventure bersama dengan Puteri Indonesia Tahun 2005, Nadine Chandrawinata. Sejak itu, popularitas Bukit Lamreh pun meningkat pesat dan mulai banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal.

A post shared by Aceh (@wisataaceh) on

Surga tersembunyi di Indonesia yang masih minim fasilitas

Para netizen pun berperan besar dalam meningkatkan popularitas surga tersembunyi di Indonesia yang satu ini. Terlebih tempat ini memang menyimpan daya tarik tersendiri. Dari Bukit Lamreh ini, traveler pun bisa menyaksikan keindahan laut. Tak hanya itu, dari Bukit Lamreh ini para pengunjung pun dapat melihat Pulau Weh dari kejauhan.

A post shared by Shaliha Finzia (@shalihafz) on


Momen yang banyak ditunggu oleh para traveler di sini adalah pada saat matahari terbenam di sore hari ataupun berburu suasana matahari terbit di pagi hari. Dibarengi dengan keberadaan kapal serta perahu nelayan yang tengah melaut, pemandangan di sini pun memberikan kepuasan tersendiri bagi para traveler.