Home Destinasi 5 Spot Menyelam atau Diving Populer di Pulau Weh

5 Spot Menyelam atau Diving Populer di Pulau Weh

0

Scuba Diving adalah kegiatan menyelam dengan menggunakan alat bantu pernafasan dengan menggunakan udara dari tabung udara. SCUBA (Self Contain Underwater Breathing Apparatus) dirancang oleh Jacques Cousteau dimana udara permukaan tinggi dimasukkan ke dalam tangki kemudian tekanannya dikurangi sehingga dapat digunakan untuk bernafas di dalam air. Udara yang digunakan di dalam tangki adalah oksigen murni. Nah ini 5 Spot Diving Populer di Pulau Weh

1. Batee Tokong

Kenapa Batee Tokong begitu populer?

Coba bayangkan, kamu menyelam di antara wall atau dinding karang yang banyak terdapat ikan. Makin ke bawah, kamu akan makin dimanja dengan hamparan sea fan super besar.

Bergerak melambai seperti menari, kamu akan terbius dengan taman sea fan yang begitu luas di dinding karang. Makin ke bawah, akan makin besar sea fannya.

Di antara sea fan terdapat banyak ikan-ikan yang schooling. Mulai dari barakuda, sampai hiu.

Namun, saat itu detikTravel tak bertemu dengan hiu. Tapi bertemu banyak ikan napoleon dan muray. Gemas!

Saat kamu bertemu dengan barakuda, coba usahan tetap tenang dan tidak bergerak dengan spontan. Karena barakuda termasuk ke dalam karnivora yang menyerang secara berkelompok jika merasa terancam.

Batee Tokong menjadi tempat favorit bagi menyelam untuk melakukan deep dive. Semakin ke dalam, semakin biru dan semakin cantik!

The Canyon

Semuanya terbaik, tapi ini yang terbilang paling beda, The Canyon. Tahu Grand Canyon di Arizona, Amerika Utara, ‘kan? Nah, bagaimana rasanya jika Grand Canyon ada di dalam air? Pasti seru banget. Itulah yang ditawarkan spot ini. Kalian akan menyusuri saluran ngarai selebar 5 meter dengan kedalaman maksimal 60 meter. Bahkan, jika beruntung, kalian dapat melihat ikan napoleon berukuran raksasa. Nggak ketinggalan, baracuda dan manta ray juga menjadi nilai lebih spot ini.

The Canyon

Pulau Rondo

Inilah spot diving paling jauh dari Pulau Weh. Dengan kedalaman rata-rata 30 meter, Pulau Rondo menjadi favorit banyak penyelam karena kontur lereng yang menantang dan ekosistem lautnya yang kaya. Bahkan, salah satu diving agent di Pulau Weh pernah mengutarakan, bahwa spot ini cocok bagi para penyelam profesional yang telah mencicipi berbagai jenis diving spot dan menginginkan hal yang baru juga unik untuk penjelajahan selanjutnya.

Pulau Rondo

Dataran Hiu (Shark Plateau)

Sesuai namanya, di spot ini terdapat banyak hiu hilir mudik, diantaranya adalah hiu sirip putih dan hiu sirip hitam. Terletak di bagian barat daya pusat kota Weh, spot ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelam yang menyambanginya. Bukan 1 atau 2, puluhan hiu bisa terlihat bersamaan dengan baracuda atau manta yang datang bergerombol. Sertifikat yang minim kalian miiki untuk mencicipi spot ini adalah advance open water.

Sophie Rickmers Wreck

Sebuah kapal kargo buatan Jerman pada tahun 1920 terdampar di bawahnya, yang kini menjadi karang dan juga ‘tempat bermain’ favorit banyak penyelam dari berbagai negara. Bertengger di kedalaman 55 meter, spot ini memang disediakan hanya untuk mereka yang memiliki pengalamam mempuni. Sophie Rickmers Wreck merupakan salah satu spot terdekat dengan daratan. Jadi, bukan hanya di bawah, pemandangan di permukaan airnya pun memesona, dan hal itulah yang membuat spot ini banyak digemari penyelam.

Tips:

Musim yang cerah dan pas untuk menyelam di Pulau Weh berkisar dari bulan April hingga November. Di bulan-bulan itu, cuaca kerap tanpa hujan dan arus di laut pun lumayan tenang, nggak ngeggangu aktifitas penyelaman.

Perjalanan Menuju Sabang

Dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Sultan Iskandar, Aceh, harga tiket berkisar Rp. 600.000 sampai Rp. 800.000 (harga diluar musim liburan; pemesanan minimal seminggu sebelum keberangkatan). Lalu, dari Bandara Sultan Iskandar Muda, kalian harus lanjut menuju Pelabuhan Ulee Lheue di kota Banda Aceh menggunakan bus damri dengan membayar Rp. 20.000. Setelah sampai di pelabuhan, kalian dapat memiih kategori perhau yang akan digunakan untuk touch down ke Pulau Weh: speed boat atau feri. Jika menggunakan feri, durasi perjalanan Pelabuhan Ulee Lheue-Weh sekitar 2 jam, dan memakan biaya Rp. 25.000. Sedangkan speed boat, durasinya hanya 45 menit namun memakan biaya sebesar Rp. 85.000.

Diving Agent:

  • Rubiah Tirta Divers: +62-6523-3245-55;
  • Lumba-Lumba Diving Centre: +62-6523-3241-33; +62-8526- 0920-505;
  • Monster Divers: +62-813- 1452-2827.

 Untuk paket biasa (1 kali menyelam beserta peralatan), harganya berkisar dari Rp. 390.000 hingga Rp. 550.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here