Home Bener Meriah Burni Telong, Spot Pendakian Sempurna dengan Pesona Bunga Edelweis

Burni Telong, Spot Pendakian Sempurna dengan Pesona Bunga Edelweis

296
1
SHARE
Sudah bukan rahasia, jika keindahan alam yang dimiliki Aceh memang begitu luar biasa. Di provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini banyak terdapat tempat wisata dengan pesona serta karakteristik berbeda. Alam Aceh juga menawarkan beberapa objek wisata bagi traveller yang berjiwa petualang serta menyukai tantangan, salah satunya adalah Gunung Burni Telong.
 
Gunung Burni Telong merupakan destinasi favorit bagi para pecinta alam serta wisatawan yang hobi mendaki gunung. Objek wisata ini memiliki keindahan alam yang menawan berupa hamparan perkebunan, hutan belantara serta pesona Bunga Edelweis yang dikenal sebagai salah satu jenis bunga langka. Selain itu, wisatawan juga akan disuguhkan dengan pemandangan memukau ketika berada di puncak gunung berapi ini.
Secara geografis, lokasi Gunung Burni Telong berada pada Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Jarak antara kaki gunung dari Simpang Tiga Redelong kurang lebih sekitar 16 kilometer yang bisa ditempuh dengan melakukan perjalanan selama 30 menit. Titik ini terletak di Bandar Lampahan, Desa Rembune yang merupakan start favorit pendakian di gunung tersebut.
 
Tak hanya para pendaki lokal, Gunung Burni Telong juga menjadi incaran bagi pendaki dari luar kota seperti Takengon, Lhokseumawe, Bireuen, Medan dan juga Banda Aceh. Terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih oleh wisatawan, yang pertama yaitu rute melalui Bandar Lampahan dan rute Pante Raya. Namun para pendaki lebih suka menggunakan rute Bandar Lampahan karena jarak tempuhnya yang jauh lebih dekat dari pada rute Pante Raya.
 
Di Desa Rembune, telah dibangun pos pendakian Gunung Burni Telong yang dikelola oleh masyarakat setempat. Bagi para pendaki diwajibkan untuk memberikan identitas, serta membayar biaya retribusi sebesar Rp. 5.000 untuk setiap orang. Dari pos ini jarak ke kaki gunung hanya sekitar 3 kilometer saja.

Pesona Gunung Burni Telong

Gunung Burni Telong merupakan gunung berapi yang terhitung masih aktif hingga kini. Terakhir kali gunung ini mengeluarkan laharnya, terjadi pada 7 Desember 1924 yang menyebabkan kerusakan lingkungan pada alam sekitar serta pemukiman warga yang berada di kaki gunung.
 
Memiliki ketinggian lebih dari 2.600 meter diatas permukaan laut, Gunung Burni Telong masuk dalam jajaran 10 besar gunung paling tinggi yang berada di Provinsi Aceh. Dalam bahasa Indonesia, nama gunung ini bisa diartikan sebagai gunung yang terbakar. Memang tak aneh, mengingat gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif.

Ketika terjadi gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004, Gunung Burni Telong dikhawatirkan akan meletus kembali karena banyak bebatuan besar yang runtuh sehingga warga setempat dipaksa untuk mengungsi. Namun untungnya, prediksi tersebut keliru sehingga kondisi Aceh yang porak poranda ketika itu tidak diperparah dengan meletusnya gunung tersebut.

Para traveller harus berhati-hati ketika dalam pendakian Gunung Burni Telong, karena terdapat jalur-jalur dengan medan yang cukup ekstrim dan menantang. Tak jarang, para pendaki akan menjumpai medan menanjak yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta stamina mumpuni.

Diawal pendakian, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan berupa perkebunan kopi, serta perkebunan sayur milik warga. Petualangan pun dimulai ketika wisatawan harus melalui jalan terjal dengan melewati daerah perkebunan. Setelah itu, pendakian dilanjutkan dengan hutan belantara yang dipenuhi dengan pohon pinus.

Kurang lebih selama 6 jam pendakian menyusuri hutan belantara, wisatawan akan tiba di tempat dimana Bunga Edelweis tumbuh subur. Di titik ini, ketinggian mencapai 2.000 meter diatas permukaan laut sehingga hawa dingin mulai menusuk tulang. Hamparan bunga abadi ini seolah menghilangkan rasa lelah para pendaki usai melewati rimbunnya hutan Gunung Burni Telong.

Bunga Edelweis merupakan jenis tanaman yang hanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Para pendaki dilarang untuk memetik bunga cantik penghuni Gunung Burni Telong ini, karena bunga ini tergolong tanaman yang langka.

Setelah melewati hamparan bunga cantik tersebut, wisatawan akan tiba di jalur summit. Pada titik ini terdapat sebuah goa yang sering dijadikan sebagai tempat istirahat dan mendirikan tenda bagi para pendaki. Dari goa ini, puncak Gunung Burni Telong sudah cukup dekat hanya berjarak sekitar 200 meter saja.

Ketika tiba di puncak Gunung Burni Telong, akan terpampang sebuah mahakarya berupa samudra awan yang sungguh mempesona. Pemandangan dari puncak gunung, begitu indah mulai dari perbukitan hijau hingga pegunungan yang nampak berjejer. Di puncak, wisatawan akan menemukan bendera merah putih yang merupakan jejak para pendaki terdahulu.

Fasilitas Gunung Burni Telong

Fasilitas untuk para pendaki yang terdapat di Gunung Burni Telong cukup memadai. Wisatawan bisa menemukan berbagai fasilitas ini di pos pendakian yang ada di kaki gunung, yaitu Desa Rembune. Para pendaki bisa menemukan tempat parkir yang cukup luas, mushola untuk beribadah serta toilet umum di kaki gunung tersebut.

Bagi wisatawan yang belum pernah mendaki di Gunung Burni Telong, pengelola juga menyediakan pemandu dari warga setempat yang bersedia untuk mengantar wisatawan hingga ke puncak gunung. Selain itu, terdapat juga jasa antar jemput yang bersedia mengatar pendaki dari pos pendakian menuju ke titik awal pendakian yang berjarak 3 kilometer.

Selain itu, terdapat beberapa warung-warung yang menyediakan makanan di Desa Rembune. Wisatawan bisa membeli perbekalan di desa tersebut selain mendaki, disini pengunjung juga bisa mencicipi kopi gayo yang telah terkenal kenikmatannya.
 
Berkunjung ke Gunung Burni Telong bisa menjadi alternatif, jika kamu merupakan seorang yang berjiwa petualang serta menyukai wisata alam. Berikut kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan ketika berkunjung ke gunung tersebut.

Mendaki Sembari Menikmati Keindahan Alam

Jika kamu hobi mendaki gunung, rasanya gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah ini patut untuk kamu kunjungi. Kamu akan dihadapkan dengan jalur yang menantang menembus hutan belantara, melewati perkukitan menanjak serta perkebunan sayur dan kopi. Selama mendaki, kamu juga bisa menikmati keindahan alam di lereng Gunung Burni Telong yang masih alami dan lestari.
 
Salah satu daya tariknya tentu adalah keberadaan Bunga Edelweis, yang merupakan bunga langka serta tersohor keindahannya. Gunung Burni Telong juga menawarkan udara yang masih segar, dan bebas polusi. Keindahan landscape yang ditawarkan di puncak, seolah menasbihkan gunung ini sebagai salah satu spot pendakian terbaik di tanah Serambi Mekkah.

Hunting Foto

Bak sayur tanpa garam, rasanya tak lengkap jika kamu tak membawa kamera ketika mendaki Gunung Burni Telong. Terdapat begitu banyak objek menarik yang bisa kamu abadikan di tempat wisata yang satu ini. Kamu juga bisa berselfie ria bersama teman-teman, dengan background hamparan Bunga Edelweis yang tumbuh di lereng gunung.
Pemandangan yang ada dipuncak gunung pun sangat sayang untuk dilewatkan. Kamu bisa mengabadikan momen ketika mencapai puncak gunung yang tingginya lebih dari 2.600 meter diatas permukaan laut ini. Deretan perbukitan hijau serta lautan awan, merupakan sebuah pemandangan langka yang sayang bila tidak kamu abadikan dengan kamera.

Menikmati Sunrise

Gunung Burni Telong juga menawarkan fenomena matahari terbit yang sungguh mempesona. Jika kamu ingin menikmati indahnya sunrise dari puncak gunung, maka kamu harus tiba di puncak pada dini hari. Atau kamu juga bisa menginap di goa serta membangun tenda untuk menunggu momen sunrise di puncak gunung.

 

Gunung Burni Telong adalah gunung berapi aktif yang berada di Kabupaten Bener Meriah, gunung ini merupakan salah satu spot pendakian terbaik yang ada di Aceh.
Ketika matahari menampakkan sinarnya, akan tercipta suasana romantis yang serasa lengkap jika menikmati bersama pasangan tercinta. Langit yang awalnya gelap gulita, perlahan berganti cerah serta menimbulkan gradasi warna yang luar biasa cantiknya. Hawa dingin yang menusuk tulang, berangsur sirna menjadi sebuah kehangatan akibat pancaran sinar sang surya.

Harga Tiket Masuk Gunung Burni Telong

Untuk memasuki Gunung Burni Telong, setiap pendaki dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 5.000.

Tips Berwisata di Gunung Burni Telong

  • Jika kamu ingin melihat mekarnya bunga edelweis, datanglah pada musim kemarau.
  • Jika kamu belum pernah mendaki, sebaiknya gunakanlah jasa pemandu.
  • Bawalah baju hangat, karena udara yang dingin di atas gunung.
  • Sebaiknya bawa perlengkapan p3k ketika mendaki.
  • Bawalah barang secukupnya, agar tidak membebani ketika melakukan pendakian.
  • Tetaplah berhati-hati dan waspada, karena medan yang terjal dan cukup ekstrim.
  • Dilarang merusak atau memetik bunga edelweis.
  • Jagalah kebersihan dan kelestarian Gunung Burni Telong.
  • Berdoalah sebelum mendaki, agar diberi keselamatan dalam pendakian.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here